Ternyata Burung Kakatua Juga Memberikan Nama Panggilan Pada Anak-anaknya

Manusia bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang memberikan nama bagi anak-anaknya. Induk burung kakatua ternyata juga memberikan nama panggilan bagi bayi mereka.

Para peneliti telah lama mencurigai perilaku keluarga kakatua. Namun mereka belum pernah mengetahui bagaimana burung kakatua menamai anaknya.

http://images02.olx.com/ui/2/04/48/19169648_1.jpg

Berangkat dari rasa penasaran ini, ornitologis dari Cornell University, Karl Berg, menukar telur-telur pada banyak sangkar sejak 1987.

Dalam eksperimen ini, ia menitipkan anak ayam kepada sepasang induk kakatua. Hasilnya, induk kakatua mengajari anaknya beberapa panggilan sehingga bayi ini mampu mengenali panggilan yang diberikan kepadanya.

Pemberian nama panggilan ini dipercaya sebagai upaya induk kakatua membedakan anak-anaknya.

"Masa penting dalam perkembangan adalah ketika bayi mulai mengenali pola suara orang dewasa dengan arti tertentu," ujar Berg dalam makalahnya pada Proceedings of The Royal Society B.

"Penelitian kami menunjukkan proses pengenalan ini juga terjadi pada kakatua."

Pemberian nama kepada anak lazim terjadi pada manusia. Beberapa binatang juga melakukan hal ini seperti yang terjadi pada lumba-lumba.

Menariknya, pemberian nama pada anak-anak ini dilakukan oleh binatang yang memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Pemberian nama sendiri mempermudah pengenalan garis hubungan keluarga dan pembedaan individu.

Sumber :
tempointeraktif.com
READ MORE»

Cara Mudah Mengeluarkan Semut Dari Dalam Telinga

http://faktabukanopini.blogspot.com/

Pernahkah telinga kalian kemasukan semut?? Wow , Pasti sakitnya minta ampun.

Saya juga pernah sewaktu naik motor tiba2 dari dalam telinga terasa ada yg menggigit, rupanya helm yg saya pakai ada semutnya dan masuk ke telinga, sakitnya lumayan .
READ MORE»

Hebat, Saat Ini Panel Surya Bisa Dicetak Pada Selembar Kertas

Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil menciptakan sebuah panel surya yang mampu dicetak di selembar kertas. Perkembangan ini membuat pembuatan panel surya lebih murah dan mudah.

Panel surya dari kertas ini cukup kuat walaupun telah dilipat menjadi mainan pesawat terbang. Selain itu, panel surya yang fleksibel tersebut dapat diisi ulang saat terkena cahaya matahari.


Proses pencetakan menggunakan uap, bukan cairan. Dengan penggunaan suhu kurang dari 120 derajat celsius, memungkinkan penggunaan kertas, plastik, atau kain biasa sebagai wadah panel surya.

Peneliti mengatakan, "Panel dari kertas ini menjadi sebuah terobosan yang dapat mengurangi biaya produksi dalam pembuatan panel surya. Biayanya hampir seperseribu biaya panel yang terbuat dari kaca."

Peneliti mengatakan bahwa sel surya yang dicetak di atas kertas ini masih dalam tahap uji coba, efisiensinya masih sekitar satu persen.

Profesor Teknik Elektro Vladimir Bulovic, yang turut serta dalam penelitian ini, mengatakan bahwa walaupun efisiensi panel ini masih sangat kecil, namun sudah bisa menggerakkan alat-alat kecil.

"Saya yakin, dalam waktu dekat kami akan menyempurnakan panel surya fleksibel ini," tambahnya.


Berikut ini videonya :


Sumber :
nationalgeographic.co.id
READ MORE»

Wagashi, Cemilan Khas Jepang yang Kreaftif dan Bernilai Seni Tinggi

Wagashi adalah istilah bahasa Jepang untuk kue dan permen tradisional Jepang. Istilah wagashi digunakan untuk membedakan kue tradisional Jepang dengan kue dan permen dari Barat (Yogashi) yang diperkenalkan orang Eropa ke Jepang sejak zaman Meiji.

Kue dari Tiongkok yang diperkenalkan duta kaisar ke Dinasti Tang, dan kue yang disebut Namban-gashi yang diperkenalkan misionaris dari Eropa juga digolongkan ke dalam Wagashi.


Kue tradisional Jepang yang digolongkan ke dalam wagashi umumnya adalah berjenis mochi, manju, dango, dan buah kering.

Wagashi umumnya dibuat sebagai kue yang dihidangkan dalam upacara minum teh, sehingga sebagian besar wagashi hanya memiliki satu rasa, yakni rasa manis.

Dalam upacara minum teh, wagashi yang dihidangkan tuan rumah harus dihabiskan sebelum meminum teh yang mungkin terasa pahit atau sepat.


Selain untuk dimakan, wagashi dituntut sebagai karya seni yang indah dilihat. Keindahan bentuk dan warna wagashi sering jauh lebih penting daripada rasanya.

Selain itu, wagashi harus menggambarkan keindahan alam empat musim di Jepang. Di musim panas, misalnya, bentuk dan warna wagashi harus mencerminkan kesejukan bagi orang yang melihat.

Wagashi musim panas sedapat mungkin terlihat sejuk atau transparan, sehingga sering memakai tepung Kuzu yang dibuat dari umbi Pueraria lobata.

Wagashi musiman hanya dapat dinikmati pada musim tertentu. Agar-agar mizu yokan misalnya, hanya tersedia pada musim panas, atau sakuramochi yang dimakan pada musim semi.



















Wagashi Musim Panas :




















Wagashi Musim Gugur :








Wagashi Musim Dingin :






Wagashi Musim Semi :












Sumber :
kaskus.us
READ MORE»

Ternyata Istilah 'Cemburu Buta' Bisa Dibuktikan Secara Ilmiah

Ini baru yang namanya “cemburu buta”, dan para peneliti punya alasan kuat mengapa istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan orang yang sedang dilanda cemburu.

Dua profesor psikologi dari University of Delaware, Newark, Delaware, Amerika, melakukan studi mengenai reaksi wanita yang mendapati pasangannya menatap perempuan lain.

http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/16/1904373p.jpg

Steven Most, dan Jean-Philippe Laurenceau, dua profesor tersebut, mendapati bahwa perempuan yang sengaja dibuat cemburu jadi sulit konsentrasi menatap gambar-gambar yang emosional dan tidak menyenangkan, sehingga mereka tidak sanggup menentukan target yang sedang berusaha mereka temukan.

Penelitian ini menguji pasangan-pasangan heteroseksual yang diminta duduk bersebelahan, dan masing-masing menghadapi perangkat komputer.

Pihak perempuan lalu diminta untuk mendeteksi gambar-gambar tertentu, seperti foto pemandangan, ketika sejumlah gambar muncul di layar komputer.

Sementara itu, pihak pria awalnya diminta untuk menilai keindahan pemandangan yang sama, namun di tengah jalan mereka diminta untuk menilai kecantikan para perempuan lajang.

Di bagian akhir pengujian, para perempuan tadi lalu ditanya bagaimana perasaan mereka mengenai pasangan yang sedang menilai kecantikan perempuan-perempuan dalam gambar di komputer.

Para perempuan yang merasa cemburu ternyata kesulitan mencari gambar-gambar pemandangan ketika pasangan mereka sedang menatap dan mengagumi foto-foto wanita lain. Namun hal yang sama tidak dialami oleh para responden perempuan yang tidak merasa cemburu.

Dari pengujian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa perempuan pencemburu tersebut menderita semacam “kebutaan yang disebabkan emosi”. Sesederhana itu.

Sumber :
kompas.com
READ MORE»
Copyright 2011 ISENG ISENG BACA